agen bola
agen Bola Terpercaya

Joaquim Rife Membekas di Barca

Barcelona, Joaquim Rife, judi online, judi bola, judi bola online, agen judi online, sitaus judi online, agen judi bola, judi online terpercaya, situs judi bola, judi bola terpercaya, agen judi bola terpercaya, situs judi bola online, agen judi bola online,

SUPER GEBYAR BOLA – Jika ada pemain yang bermian cukup banyak untuk FC Barcelona, salah satunya adalah Joaquim Rife kelahiran Kota Barcelona ini telah bermain sebanyak 535 pertandingan bersama Blaugrana. Ia memulai kariernya dengan bermain sebagai gelandang sayap sebelum berpindah posisi menjadi gelandang tengah. Menjelang akhir kariernya sempat berpindah posisi lagi sebagai pemain bertahan meskipun karakter menyerangnya tetap muncul. Pemain yang dijuluki “Quimet” ini telah mencetat sebanyak 47 gol bagi FC Barcelona di semua ajang.

Rife memulai debutnya bersama FC Barcelona pada 1 November 1964 dalam partai derby antara FC Barcelona melawan RCD Espanyol. Pada musim 1965/66, ia memperoleh gelar pertamanyabersama Blaugrana di ajang Inter-Cities Fairs Cup tahun. Bersama Salvador Sadurni dan Antoni Torres ia pun turutserta memboyong piala terakhir Inter-Cities Fairs Cup 1971. Adapun gelar La Liga hanya diperoleh sekali, yaitu tahun 1973/74.

Satu kejadian terkenal melibatkan Rife adalah Skandal Guruceta. Skandal ini bermula ketika FC Barcelona bertemu dengan Real Madrid di ajang Copa del Generalisimo musim 1969/70. Di leg pertama, FC Barcelona harus takluk dari Real Madrid dengan skor 0-2. Di leg kedua, FC Barcelona sempat unggul 1-0 sebelum wasit Emilio Guruceta Muro menghadiahi tendangan pinalti kepada Real Madrid. Hadiah tendangan pinalti ini terjadi akibat Joaquim Rife menjatuhkan salah satu pemain Madrid, yaitu Velazquez. Kontroversi terjadi karena pelanggaran tersebut terjadi 2 meterdi depan kotak penalti. Beberapa pemain FC Barcelona yang mengajukan proses di kartu merah oleh wasit. Karena ketegangan tak kunjung usai, pertandingan pun dihentikan wasik. Skandal ini terjadi pada era kepemimpinan diktator Jendral Franco yang pro Real Madrid. Muncul isu jika hasil pertandingan tersebut sudah diatur Franco.

Setelah memutuskan mundur sebagai pemain, Rife sempat menjadi pelatih FC Barcelona musim 1979/80. Ia ditunjuk oleh presiden klub, Josep Lluis Nunez, untuk menggantikan pelatih asal Prancis, Lucien Muller. Rife sukses mempersembahkan Piala Winner. Namun, musim berikutnya ia dipecat karena kekalahan Barca dari rival sewilayahnya, Valencia, dan digantikan oleh Helenio Hrrera. Ia kemudian melatih klub Levante. Selain itu, ia bersama rekan-rekannya eks pemain FC Barcelona mendirikan sekolah sepak bola yang diberinama TARR Escula. TARR merupakan singkatan dari nama-nama pendirinya, yaitu Torres, Asensi, Rexach, dan Rife.